BERITA

KEMENAKETRANS-PWNU JATIM SEPAKAT JALIN KERJASAMA ATASI PENGANGGURAN

2011-05-17 09:47:52

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi  dan Pengurus Wilayah Nadlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sepakat untuk menjalin kerja sama  di bidang ketenagakerjaan untuk menanggulangi pengangguran. Salah satu bentuk kerjasama ini diwujudkan dengan pemberdayaan para santri pesantren melalui berbagai program pelatihan keterampilan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 

Penandatanganan Kesepakatan Bersama ini dilakukan antara Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar dengan PWNU Jawa Timur  di Surabaya, Jawa Timur  pada hari Selasa (17/5). Kerjasama ini diharapkan dapat membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para santri dan masyarakat umum di seluruh Indonesia untuk mengikuti berbagai program pelatihan keterampilan kerja.

 Dalam kesempatan ini, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar memberikan paket bantuan senilai 26 Milyar yang terdiri atas bantuan padat karya produktif 95 paket, program teknologi tepat guna 10 paket, subsidi program wirausaha 20 paket, paket pelatihan kewirausahaan 5 paket, peralatan pelatihan 15 paket, rumah terampil 15 paket, dan bantuan CSR 1 Milyar.

 “Penandatanganan ini menunjukkan sinergitas antara ormas Nahdlatul Ulama, masyarakat dan  Pemerintah untuk bersama-sama mencari solusi di bidang ketenagakerjaan, khususnya menanggulangi pengangguran di Indonesia.” Kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta pada Selasa (17/5) sepulangnya kunjungan kerja dari Jawa Timur.

 Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan  Nadlatul Ulama sebagai organisasi massa terbesar di Indonesia diharapakan dapat membantu mensukseskan program Pemerintah khususnya dalam bidang ketenagakerjaan untuk bersama-sama menanggulangi pengangguran.

 "Dengan bergulirnya program kerjsama  ini, diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat menyiapkan tenaga-tenaga terampil. Selain pemberian pelatihan ketrampilan kerja, Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga akan menggalang pengusaha dan perusahaan untuk menciptakan ketersediaan lapangan kerja bagi tenaga-tenaga terampil tersebut," kata Muhaimin.

Menurut  data terakhir yang dirilis Badan Pusat Statistik menunjukkan hingga Februari 2011, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 8,12 juta orang.Jumlah ini turun dibandingkan  data per Agustus 2010 yang tercatat 8, 32 juta  (7, 14) persen dari jumlah angkatan kerja 116,5 juta orang..

Dijelaskan Muhaimin, pada tahun 2011 ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menargetkan penempatan tenaga kerja dalam negeri sebanyak 2,47 juta orang dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 6,1 %.

 "Untuk mencapai target tersebut,  Kemenakertrans berupaya  cara meningkatkan pelatihan keterampilan tenaga kerja agar penyerapan pengangguran dapat lebih cepat serta menggiatkan pola  pelatihan wirausaha untuk membuka lapangan kerja baru, kata Muhaimin.

 Terkait  kerjasama dengan NU ini, Muhaimin menjelaskan Kemenakertrans  akan menyediakan berbagai sarana dan prasarana untuk menciptakan usaha mandiri atau berwirausaha bagi masyarakat khususnya warga nahdliyin. Sekitar 40 juta warga NU diharapkan dapat mengambil peran yang strategis yaitu sebagai pelopor, motivator, dan inovator bagi masyarakat pada umumnya.

 “Warga Nadliyin harus dapat menjadi     agent of change dengan menjadikan dirinya wirausaha mandiri dan menjadikan dirinya sebagai pencipta lapangan kerja. Semoga Warga Nahdliyin dapat memanfaatkan sekaligus mengambil peran dalam penempatan tenaga kerja dalam negeri tersebut” Kata Muhaimin.

 Pusat Humas Kemenakertrans