BERITA

Jatim Launching Lembaga Sertifikasi Profesi Pertanian dan Transportasi

2012-09-04 07:02:44

Daya dukung pengembangan investasi dan peningkatan daya saing tenaga kerja asal Jatim, sumber daya manusia  yang ada perlu peningkatan ketrampilan dan kompetensi kerja. Sumber daya manusia yang kompeten menjadi salah satu dari pilar untuk peningkatan daya saing dan nilai tambah pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Untuk itu, dalam rangka mendukung gerakan Jatim Kompeten menuju tersedianya tenaga kerja yang terampil serta untuk peningkatan standar pelatihan berbasis kompetensi baik standar nasional (SKKNI) maupun internasional maka perlu dibentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Maka pada hari kamis tanggal 29 Agustus 2012, Disnakertransduk Prov. Jatim di UPT Pelatihan Kerja PPTKLN Wonojati Malang telah menlaunching Lembaga Sertifikasi Profesi dengan ditandai penyerahan lisensi LSP Uji Komepetensi sektor pertanian dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kepada Dewan Pendiri LSP Pertanian Nasional (Nur Saifur Rahman, SH, M.Kn). LSP Pertanian yang berada di Jawa Timur merupakan yang pertama di Indonesia. Penyerahan lisensi LSP tersebut ditujukan dalam rangka operasionalisasi LSP Pertanian dan untuk menuju LSP yang terakreditasi. Dalam acara yang sama telah diserahkan pula Uji Kompetensi modul LSP di Sektor Transportasi. Hadir dalam acara tersebut, perwakilan dari Apindo, Masyarakat Transpotasi Indonesia(MTI), Gabungan kelompok tani (Gapoktan), Unibraw, ITS, DLLAJ Prov. Jatim dan Ketua BKSP dan BNSP Pusat.

Kadisnakertransduk Prov. Jatim (DR. Hary Soegiri, MBA, MSI) dalam sambutannya mengatakan dalam koridor Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI),  Pulau Jawa diarahkan pada industri pengolahan berbasis jasa dan pertanian olahan. Jatim yang memiliki banyak keunggulan untuk investasi seperti adanya pelabuhan laut, udara dan infrastruktur lainnya, memiliki kesiapan menjadi pusat pertumbungan ekonomi di Indonesia Timur. Kunci penting penentuan lokasi pusat ekonomi utama pada pertimbangan pemilihan lokasi yang tidak lagi ditentukan semata-mata oleh rendahnya biaya produksi, juga oleh alasan kepastian hukum, kondisi ketenagakerjaan yang kondusif serta tersedianya tenaga kerja terampil.

Guna mendukung pengembangan Jatim sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dan kesiapan menerima pengalihan atau investasi baru terutama di sektor mineral, manufactur  dan industri olahan pertanian serta transportasi, maka pendirian LSP sektor pertanian dan transportasi menjadi sangat stategis dan penting. Upaya menjadikan Jatim yang ramah dan siap menerima investasi juga perlu didukung dengan peran serta aktif seluruh stakeholder untuk menyiapkan dan mengisi peluang tenaga semi skill dan full skill.(bdr)