TERGIUR GAJI BESAR ART

TERGIUR GAJI

Mendapat gaji sesuai Upah Minimum kab/kota yakni Rp.3 juta-an,menjadi daya tarik sejumlah perempuan di Purwakerta Jawa Barat,untuk berhati-hati dengan tawaran kerja. Akibatnya, sejumlah perempuan muda ini menjadi korban sindikat prostitusibdo kota Bandung Jawa Barat.”Kadang tamunya itu ngajak keluar,minta ini itu,istilahnya plus-plus. Tapi selalu saya tolak secara halus, kata Ek(16)

Salah seorang korban penipuan rekrutmen tenaga kerja.

    Ek bersama sejumlah temannya mengaku tergiur sebesar Rp 3 juta per bulan,sehingga menerima tawaran bekerja di sebuah salon kecantikan. Nyatanya warga Desa Cibogo Girang, Kecamatan Plered, Purwakarta ini dipekerjakan sebagai terapis”plus-plus” di salah satu salon dan spa yang dalam menerima tawaran pekerjaan. Sebelumnya ia diiming-iming gaji sebesar Rp 3 juta per bulan untuk bekerja sebagai Asisten Rumah tangga di Kota Bandung. Ia beserta lima orang temannya berhasil dibawa ke Bandung oleh tetangga mereka, Aan (47). Selanjutnya mereka mengikuti training selama dua pekan,dengan janji akan segera ditempatkan sebagai Asisten Rumah Tangga di kawasan bandung. Tapi ternyata, janji tersebut tidak terbukti. Ek beserta temannya justru diperkerjakan sebagai terapis di senuah Salon&Spa di kawasan Jalan Jenderal Sudirman,kota Bandung.

     Salon &Spa itu sendiri baru dibuka pada 23 Januari 2017. Sedangkan Ek dan kelima temannya diketahui mulai bekerja sejak 3 Januari 2017. Gaji sebesar Rp 3 juta yang pernah dijanjikan juga tidak pernah diterima.

Sistim penggajian yang berlaku di Salon&Spa tersebut ternyata dihitung berdasarkan jumlah tamu yang menikmatinjasa terapi pijat dan lulir yang dilakukan oleh masing-masing terapis.

     Pada Januari EK mendapatkan gaji Rp 600 ribu. Kemudian pada Februari dapat Rp 1,6 juta dan dirinya hanya menerima Rp 860 ribu karena dipotong untuk pembuatan kartu tanda penduduk setempat.”di KTP itu,umur saya ditulis menjadi 19 tahundan beralamat di kota bandung. Ada potongan rutin juga untuk niaya mess dan tabungan sampai habis batas kontrak,a’katanya.

    Seluruh terapis yang bekerja di Salon&Spa tersebut diketahui berganti nama.EK mengaku tidak betah menjalani pekerjaannya itu. Ia berinisiatif menelpon ibunya,Eutik (46).Eutik mengaku kaget dan khawatir terhadap pekerjaan yang tengah dijalani anaknya. Apalagi jam kerja yang dinilai tidak wajar,yakni dari pukul11.00 Wib hingga pukul 01.00 wib dini hari. Pekerjaanya hanya untuk melayani jasa pijat dan lulur para pelanggan di Salon&Spa tersebut. EK berhasil pulang ke rumahnya karena terpaksa berbohong kepada pihak Salon& Spa dengan alasan dengan alasan orang tuanya sakit. Pihak keluarga mengaku tidak akan mengizinkan anaknya kembaliu bekerja sebagai terapis Salon&Spa di kota Bandung,meski sudah terikat kontrak. Sebab pekerjaan itu dinilai bertentangan dengan agama                     

           

 

👤 Oleh 🕔22 Jan 2018 13:16

JABATAN LOWONGAN

KABUPATEN KOTA LOWONGAN

Lokasi kantor Kami

Link Mitra Kerja

Statistik Pengunjung